Unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Deteksi Faktor Penyebab Stunting Pada Balita
Penanda Bagikan

Text

Deteksi Faktor Penyebab Stunting Pada Balita

Emilda AS - Nama Orang; Juliastuti - Nama Orang; Syafie Ishak - Nama Orang; Cut Mutiah - Nama Orang; Silfia Dewi - Nama Orang; Lili Kartika Sari Harahap - Nama Orang; Sandy Rahayu - Nama Orang;

Persoalan gizi merupakan salah satu persoalan serius yang selalu menghantui masyarakat Indonesia. Pasalnya, masalah gizi ini sangat berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu masalah gizi yang angkanya masih tinggi sehingga perlu menjadi perhatian utama dan butuh penanganan khusus hingga kini adalah anak balita pendek (stunting) (Awaludin, 2019). Izwardi (2019) menuturkan bahwa dalam setiap negara di dunia, balita yang mengalami masalah stunting berkisar 22,2% (150,8 juta jiwa), balita yang mengalami wasting sekira 7,5% (50,5 juta jiwa), dan sebesar 5,6% (38,3 juta jiwa) mengalami overweight. Dalam deretan negara berkembang dengan balita yang mengalami stunting, Indonesia menempati urutan ke-5. Sementara itu, urutan pertama diduduki oleh India dengan persentase sebesar 31,2%, lalu diikuti oleh Cina sebesar 6,5%, Nigeria sebesar 5,2%, Pakistan sebesar 5,1% dan Indonesia sebesar 3,9%. Di Indonesia sendiri, angka balita yang mengalami stunting tertinggi terjadi di Provinsi Aceh, sehingga harus segera memulai aksi pencegahan. Angka prevalensi stunting pada bayi di bawah dua tahun (batuta) di Aceh cukup tinggi yakni mencapai 37,9%, sedangkan prevalensi rerata nasional sebesar 30,8%. Di Aceh, 4 dari 10 bayi yang lahir menderita stunting. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Aceh (2019), 51.496 anak-anak di Aceh menderita stunting, dan tertinggi ada di Kabupaten Aceh Timur. Pasalnya, di Kabupaten Aceh Timur tercatat 8.583 orang mengalami stunting. Sedangkan, angka terendah disandang oleh kota Sabang sebesar 476 anak menderita stunting. Dalam buku ini pembaca dapat menemukan 20 faktor penyebab langsung dan faktor penyebab tidak langsung terjadinya stunting.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
PBL000017
Tersedia
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
PBL000027
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Yogyakarta : Deepublish., 2022
Deskripsi Fisik
viii, 81 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-02-4575-6
Klasifikasi
-
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Balita Stunting
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Emilda AS
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?